Azim Premji, Ketika Jiwa Bisnis dan Kedermawanan Bertemu
16.11.2007 |belum ada komentar
Predikat sebagai minoritas bukan penghalang untuk sukses dan memberi sumbangsih kepada orang lain. Setidaknya itulah pelajaran yang bisa diambil dari kedermawanan Azim Premji. Pengusaha ini berhasil membangun imperium bisnis Wipro Technologies menjadi salah satu perusahaan teknologi informasi (IT) papan atas India, bahkan di dunia.
Di India, dia adalah ikon pengusaha sukses dan menjadi sumber inspirasi ribuan pengusaha. Premji, yang seorang muslim, berhasil membuktikan bahwa kalangan minoritas juga memiliki peluang berhasil. Majalah Forbes memasukkannya dalam daftar 25 orang terkaya di dunia.
Pada 6 Oktober 2007 lalu, dia tercatat sebagai orang kelima terkaya di India dengan kepemilikan mencapai USD18.5 miliar (Rp170 triliun). Sebenarnya, pengusaha yang kini tinggal di Bangalore ini dulu tidak pernah terpikir menjadi pengusaha.
Beberapa saat setelah lulus dari Universitas Stanford, Amerika Serikat, Premji dipanggil pulang ke India karena ayahnya meninggal dunia. Musibah ini mengharuskan Premji mengelola bisnis minyak goreng yang dirintis keluarga.
Premji mulai menangani bisnis dengan visi sederhana, yaitu membangun organisasi berdasarkan norma-norma nilai. Suatu ketika, dalam rapat perusahaan, terdapat seorang pemegang saham yang meragukan kemampuan Premji untuk memegang kendali karena usianya yang masih sangat muda.
Akhirnya, secara otoriter Premji memaksa orang itu menjual kepemilikan sahamnya dan menggantinya dengan komisaris lain. Premji mengubah perusahaan minyak goreng yang diwariskan ayahnya menjadi perusahaan layanan teknologi raksasa Wipro, perusahaan yang bergerak di bidang peranti lunak teknologi informasi.
Sekarang, …





