Goyang Lidah… ssssstttt…
29.01.2006 |belum ada komentar
Beberapa waktu lamanya (hampir satu tahun lebih) heboh goyang pinggul aksi para artis dangdut wanita Indonesia menjadi polemik yang hangat dibicarakan. Dari waktu ke waktu bukannya padam malahan semakin ramai diributkan sampai-sampai anggota dewan pun turut berbicara. Entah itu goyang Inul, goyang patah-patah Anisa bahar, goyang Melata, atau goyangan yang lain, telah menjadi fenomena tersendiri. Banyak komentar menghujat banyak pula yang membela. Yang menghujat mengatakan hal itu adalah haram dan termasuk pornoaksi. Yang membela berkata bahwa itu adalah seni dan tergantung yang melihatnya. Sejarah pornografi dan pornoaksi di Indonesia merupakan sejarah yang panjang. Gadis-gadis Bali yang mandi di sungai atau kolam dengan tubuh polos tanpa sehelai kain. Juga hampir di semua daerah banyak sekali kaum wanitanya yang hanya memakai kain yang hanya menutup sampai dada. Bila dilihat sejarah masa lampau, kaum wanita di salah satu kerajaan di Indonesia (Banyuwangi kalau gak salah, tolong dikoreksi) tidaklah memakai pakaian bagian atas. Di jaman modern pun banyak tarian tradisional yang masih disalah gunakan. Di jaman modern pula kita banyak menyaksikan wanita-wanita berpakaian seadanya, pusar diperlihatkan. Seringkali orang tua bilang “baju belum jadi sudah dipakaiâ€. Di banyak iklan wanitanya hanya memakai pakaian dalam saja. Bahkan yang terbaru sekalipun seperti persoalan akan terbitnya majalah Playboy Indonesia dapat menerbitkan komentar yang macam-macam pula.
Di lain sisi kita juga harus mempertanyakan sampai mana moralitas dan derajat kesopanan masyarakat …





