27.01.2006 |
Kedengarannya seperti suatu hal yang tidak dapat dipercaya, tetapi dikebanyakan tempat (daerah) inilah yang terjadi. Seperti yang semua kita ketahui bahwa Linux Distro Ubuntu merupakan satu-satunya (saat ini) distro yang demikian royalnya membagi-bagikan distro mereka berupa paket CD secara gratis ke seluruh dunia. Hal ini dapat dimaklumi karena Ubuntu didukung penuh oleh owners-nya yaitu Mr. Mark Shuttleworth yang billioner itu. Hasrat untuk mengenalkan sistem operasi Ubuntu secara khusus dan Linux umumnya ke seluruh dunia ini sangat membuat kita gembira. Kesulitan untuk men-download file .iso distro linux jadi sedikit terobati.
Sayangnya, hal ini kurang didukung oleh situasi dan kondisi di Indonesia. Katanya sih hal ini dikarenakan adanya peraturan menteri tentang kebijakan perdagangan expor impor…hmmmm…
Di lain sisi, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada pemerintah Indonesia, proyek IGOS (Indonesia Go Open Source) sendiri sepertinya dilaksanakan dengan setengah hati, apalagi baru-baru ini pemerintah menandatangi kerjasama dengan pihak Microsoft (OS komersial). Dan yang jadi masalah yaitu:
apakah proyek IGOS akan ada kelanjutannya?
apa sih isi kerjasama antara pemerintah dan pihak microsoft?
Kita sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kebebasan bersuara seharusnya dapat mengambil sikap, baik itu secara bersama-sama (kelompok) atau individu….
Link-link berhubungan:
Peraturan Menteri Perdagangan RI no. 05/M-DAG/PER/4/2005
Kunjungan Bos Ubuntu membawa 10 juta USD