Karma Bots = Dishonest Practise?
22.10.2008 |belum ada komentar
Ini ngomongin tentang apa sih? Karma bots? Apaan tuh? hehehe
… ini mengenai salah satu mesin jejaring sosial yang sudah hampir satu tahun ini menjadi primadona baru para netter, [W:Plurk]. Ada satu fitur yang membuat plurk digemari banyak orang, yaitu adanya tantangan untuk menaikkan nilai karma. Karma adalah satu sistem yang dipakai plurk.com untuk mengendalikan aktifitas para plurker. Dengan adanya sistem karma, maka user lebih bisa terkontrol, baik jumlah postingnya maupun keterpaksaan untuk mempertahankan nilai tersebut. Keinginan untuk mempertahankan nilai karma, ya karena kalau kita tidak posting-posting bisa jadi nilai karma ini akan turun dan terus turun yang mengakibatkan beberapa fitur mengasyikkan di plurk seperti emoticon-emoticon menjadi hilang, inilah yang mendorong beberapa user untuk memakai bot agar nilai tersebut minimal dapat dipertahankan. Tujuan dari bot ini adalah mengirim posting secara berkala sesuai yang diatur.
Namun sejalan dengan waktu, dengan semakin banyaknya user yang memakai bot maka beberapa plurker menjadi enggan untuk melihat plurk tersebut. Posting yang merupakan hasil kiriman bot ini jarang ada atau bahkan tidak ada yang dikomentari plurker lain karena mereka tahu itu bukanlah posting langsung dari usernya. Apakah menggunakan bot pada situs jejaring sosial seperti plurk.com diperbolehkan? Tentunya hal ini bagi sebagian user adalah sah-sah saja. Tetapi, bagi sebagian user lainnya malah jadi menjemukan. Bahkan beberapa user plurk.com mengajukan usulan bahwa apabila terdapat postingan yang sama dengan jumlah tertentu sebaiknya malah nilai karma diturunkan untuk …





