My Big Mouth and Stupid Thougths

Nasionalisme Sebuah Piala

Beberapa hari lalu sebuah artikel yang sebenarnya sudah saya persiapkan jauh hari lengkap mulai dari awal sampai akhir penuh data statistik dan renungan, akhirnya harus dihapus dan berganti dengan sebuah artikel baru yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Sriwijaya FC, sebuah klub sepak bola yang termasuk papan atas di pentas nasional hari minggu lalu bertanding di puncak pentas piala Djisamsoe melawan sebuah kesebelasan top lainnya yaitu Persipura Jayapura. Seperti yang telah diketahui bersama Sriwijaya FC akhirnya menjadi juara. Namun … hal apa yang sebenarnya bagi saya sebagai masyarakat daerah Sumatera Selatan yang notabene memiliki keterikatan emosional terhadap tim Sriwijaya FC merupakan satu kebanggaan dan capaian rasa sukacita apabila tim ini menjuarai suatu turnamen, akhirnya harus pupus. Pupus bukan karena tim Sriwijaya FC menang sebagai sang juara. Bukan itu. Secara de facto dan de jure, merekalah pemenangnya walaupun ada polemik di saat berlangsungnya final tersebut.

Kebanggaan dan kebahagiaan saya tidak mencapai puncak dan harus  terbenam dalam-dalam hanya dikarenakan saya adalah masyarakat Indonesia secara umum yang secara kebetulan merupakan penggemar olah raga sepak bola. Apa yang terjadi di lapangan saat pertandingan tersebut telah memberikan sebuah gambaran betapa kerdilnya pemain-pemain sepak bola kita. Kepintaran dan kegesitan mempermainkan bola ternyata tidak dibarengi dengan mental spiritual yang mumpuni. Ego dan emosi lebih nyata berbicara.

Saya sebagai putra daerah merasa sangat prihatin dengan kejadian ini. Demi sebuah piala rasa nasionalisme dihancur luluhlantakkan. Rasa persaudaraan dengan begitu mudahnya dihancurkan. Begitu mudahkah para pemain sepak bola kita diperbudak oleh hawa nafsu? Apakah sebuah piala dan kemenangan adalah puncak dari sebuah olah raga?

Terakhir dari berbagai berita yang saya baca dan saya dengar, ada beberapa pemain yang sebelumnya merupakan pemain tim nasional berpikir ulang untuk ikut timnas hanya gara-gara kejadian hari minggu tersebut. Betapa picik pikiran orang-orang itu. Rasa nasionalisme hanya dihargai dengan sebuah piala, sejumlah uang dan pujian. Memang saat berlangsung pertandingan ada satu kejadian yang berpolemik, tetapi apakah harus dilakukan tindakan tidak sportif dan tidak profesional seperti itu? Sedangkan klub-klub kelas dunia saja setiap kali ada polemik seperti apapun akan tetap meneruskan pertandingan dan tidak pernah membawanya dalam wilayah nasionalisme.

Saya setuju apabila pihak berwenang, dalam hal ini PSSI dan Komisi Disiplin memberikan sanksi tegas dan seberat-beratnya kepada setiap pemain yang menolak menunaikan tugas untuk bangsanya.

Maaf, saya tidak akan memihak salah satu dari kedua tim. Kalau keduanya bersalah wajib menerima sanksi. Siapapun yang bertanggung jawab harus mengakui secara profesional kelalaian mereka.

Sriwijaya FC dinyatakan memang dan sebagai juara Copa Djisamsoe setelah tim Persipura Jayapura menolak melanjutkan pertandingan. Hal ini dikarenakan pihak Persipura mengklaim ada kejadian dimana bola sempat tersentuh tangan salah satu pemain dari Sriwijaya FC, namun sang wasit tidak menganggapnya sebuah pelanggaran. Wasitpun dianggap terlalu memihak tuan rumah. Seandainya saja Persipura adalah kesebelasan Chelsea ketika di semifinal piala champion baru lalu mungkin selamanya tidak akan terdengar lagi bermain sepakbola. Untunglah mereka bukan Chelsea, bahkan jauh sekali ibarat langit dan bumi, baik dari sisi ketrampilan, profesionalisme maupun nasionalisme.

Liked this page?
Subscribe to the RSS feed or to daily or weekly email updates, right now!
Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Facebook
  • Ping.fm
  • LinkedIn
  • FriendFeed
  • PDF
  • Twitter

25 Responses to “Nasionalisme Sebuah Piala”

  1. borsalino says:

    dikelilingi para pesepakbola profesional, ujungnya malah jadi bias siapa melawan siapa. sekarang bermain untuk sriwijaya, musim depan ada di persipura begitu pula bisa terjadi sebaliknya.

    untuk pemain profesional sekaliber christian ronaldo bukan tidak mungkin mengalami hal serupa. meski berkebangsaan portugal, namun mencari makan di tanah inggris raya bahkan saat ini diprediksi pindah ke spanyol. bila punya mental yg gak bagus, bagaimana bila suatu saat Inggris harus berhadapan dengan Portugal ?
    borsalino´s last blog ..Prosedur Pindah Sekolah My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      betul sekali om … pemain profesional adalah ia yang dapat mengerjakan apa yang dibuat semaksimal mungkin kepada tempat dia bekerja, dan dia juga dapat memilah apa yang harus dihadapi dan diperbuat untuk bangsanya …

      kita selama ini melihat, membaca dan mendengar tentang berbagai pemain profesional yang begitu mengidamkan untuk bermain dalam timnas mereka … sehebat apapun prestasi mereka dalam klub tidak dapat mereka bandingkan saat dapat membela negaranya … sebuah kebanggaan yang wajar sebagai anak bangsa …

      Lionel Messi, CR7, Zidane, Beckham, sampai dengan Pele, Puskas, ataupun Maradona sekalipun … walau prestasi di tingkat klub sudah sangat cemerlang namun tetap memiliki jiwa ksatria dan patriot bagi bangsanya … apalagi para pemain klub negeri kita yang rata-rata hanya dikenal di satu wilayah ini saja … :)

      Apalah artinya kebanggaan pribadi, prestasi pribadi, kalau dibandingkan dengan kesempatan untuk membela negara …

  2. MacFamous says:

    persipura paraah .. karena keputusan wasit sampe ga mau melanjutkan pertandingan sungguh tidak gentle ..

    separah dan sesalah apa pun keputusan wasit kenapa tidak meningkatkan kualitas untuk bisa mengalahakan tim lawan ..
    MacFamous´s last blog ..25 Jenis Gambar Icon Status Yahoo! Messenger My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      yups saya setuju sekali … bahkan klub setingkat Chelsea saja walau merasa marah dan kecewa tetap menjalankan pertandingan dan tetap berusaha sungguh-sungguh mengejar ketertinggalan … memang klub-klub kita tidak setangguh klub-klub asing, tidak memiliki dana sebesar mereka … tetapi seharusnya semangat pantang menyerah dan profesionalisme tetap terjaga …

      • ganda says:

        Seperti kekanak2an gitu ya? hehehe… maklum saya tidak menonton pertandingan itu, bukan saya tidak suka sepak bola. tapi memang tidak ada TV di kamar. argh!!! sebenarnya tv di kost ada sih, namun gimanalah, harus ngalah sama yang punya rumah yang lebih memilih menonton “sin et ron” yang argh…. sinetron arghhh… jadi aku memilih night coding lagi…
        ganda´s last blog ..Wordpress Tip : Change Wordpress Administrator Username Without Using Plugin My ComLuv Profile

        • no_mercy says:

          saya juga jarang nonton acara di televisi … banyakan sinetron arghhhh gitu :D … paling banter nonton acara berita dan banyolan …

  3. yorick says:

    pokoknya saya tetap pilih MU…
    yorick´s last blog ..Alasan SBY memilih Budiyono My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      saya menunggu aksi MU musim depan .. termasuk kiprah El Real yang sudah jadi pesanggrahan para pendekar bola kelas satu .. :D

  4. edy says:

    lha gimana kalo PPSI juga ga beres?

    • no_mercy says:

      PSSI maksudnya? … hmmmm … susah … susah untuk ngomong soal ini … seperti benang kusut … :D

      harus belajar jauh ke belakang … dan mencontoh dunia seberang … bila perlu kosong dulu barulah diisi ketika gelasnya sudah mengkerut … hahaha :D *bingung kan?*

  5. hanif says:

    Wah ga diteruskan ya? berarti ga seru tuh, ga kayak pertandingan PSMS Medan vs Persebaya yang berakhir dengan drama adu penalti sampai suddent death atau ketika Spanyol vs Afrika Selatan yang memilukan dan menegangkan.
    Yah…akhirnya cuma bisa berharap. Semoga para pesepakbola kita nanti lebih bisa dewasa dengan semua kejadian yang telah terjadi dan menjadikan olah raga sebagai pemersatu bangsa.
    hanif´s last blog ..Home My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      seharusnya begitu mas … :)
      boleh saja dan saya wajar kalau pesepakbola memiliki tanggung jawab sebagai profesional dan itu artinya sesuai apa yang mereka lakukan … profesional juga berlaku tatkala tugas negara memanggil mereka … jadi bukan hanya panggilan perut dan dapur saja yang dikejar (walau itu juga sangat penting) :)

  6. achoey says:

    Saya adalah salah satu pendukung PSSI, bukan karena saya cinta mati ama bola, melainkan karena rasa nasionalisme saya.

    Adanya klub-klub sepakbola di Indonesia selayaknya menjadi perekat nasionalisme, bukan malah pemecah. Saya balad PERSIB, tapi saya lebih bangga menjadi Insonesia.

    Semoga kelak persepakbolaan Indonesia semakin baik.

    • no_mercy says:

      saya lebih kepada menikmati permainan sepa bolanya itu sendiri … saya tidak begitu terikat pada siapa saya lebih mendukung suatu tim … kenikmatan menonton sepak bola tatkala teknis indah berpadu dengan sportifitas dan daya juang … sungguh enak sekali ditonton, walau tim yang bertanding merupakan kesebelasan tingkat kampung sekalipun …
      namun ketika tim nasional yang bertanding, saya dapat menjadi seorang penggemar fanatik, karena itu tadi .. nasionalisme ketika melihat pemain-pemain berjuang di lapangan … walau saya tidak sempat menyaksikan sepak bola jaman bapak Nobon, M basri, bung Ronny, Anjas Asmara atau bung Iswadi, tetapi saya masih bisa menonton gairah perjuangannya berbagai kesebelasan dari Herry Kiswanto, Robby Darwis, Yusuf Ekodono, Widodo C Putra, Bambang Nurdiansyah dan lain-lain termasuk generasi penerusnya seperti Bima Sakti, Bepe, si Kurus, dan teman-teman lainnya … betapa gegar semangat menonton mereka …

      semoga sepak bola negeri ini kembali jaya …

  7. [...] Ardiansyah [...]

  8. Zippy says:

    Sebener’x sih itu wujud kekecewaan terhadap keterpihakkan wasit…
    Memang salah sih kalo sampai melakukan hal demikian…
    Tapi masalahnya, apa bisa dilanjutin kalo keadaannya udah demikian..??
    Yang ada malah terjadi adu fisik…

    Kalo mw berbicara soal fairplay, susah bro…
    Gimana mw maen bagus N menjunjung sportifitas kalo wasitnya aja udah demikian…
    Apalagi pemilihan tempat’x pun dirasa berat sebelah…
    Kenapa nggak cari tempat aja yang netral..??
    Toh banyak kan stadiun yang layak pakai, nggak hanya stadiun Jakabaring N stadiun Gelora Bung Karno (Apa bener udah gadai ke Arab..??).
    Jadi, ada apa sebener’x..??
    Apalagi ketua PSSI’x sempat bilang “Saya sudah melihat tayangan ulang’x dan saya rasa tidak ada hal yang terlalu bermasalah. Keputusan wasit sudah tepat…”
    Hmmm, apa bener udah tepat..????

    Maaf, kalo kepanjangan ya :D
    Zippy´s last blog ..Invest With Gold Coins My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      ada benarnya apa yang mas Zippy bilang …
      sportifitas, kejujuran, tranparansi, azas keadilan atau fairplay memang harus ditegakkan … dan ini menjadi tugas dari organisasi PSSI dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas tersebut …
      kalau ada sistem yang salah, harus dibenahi … kalau orangnya yang salah maka perlu diingatkan …

  9. CatatanRudy says:

    Iya mas, ku jga nonton pertandingan malam itu. Andai persipura mo melanjutkan pertandingan, mungkin pertandingan akan berjalan lebih seru Dan mungkin persipura juga bisa mengejar ketinggalan. Karena dari awal ku lihat pertndingan sdah berjalan cukup seru.
    CatatanRudy´s last blog ..Aplikasi Keren Penghias Ponsel Java My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      itulah namanya perjuangan … walau dalam batasan klub … seandainya saja kesebelasan lain yang bertanding di suatu wilayah yang bukan wilayah pendukungnya apakah akan secara langsung membuat mereka patah semangatnya? … saya rasa bagaimanapun dan apapun yang terjadi harus tetap dilakukan .. rebut simpati dengan kerja keras dan penuh perjuangan …
      dalam olah raga tidak ada yang menang atau kalah … karena semua dimenangkan oleh kerja keras dan memberikan yang terbaik kepada pendukung dan penonton …

  10. wah ini emang bener sumberide :)
    Bisnis Online´s last blog ..Liberty Reserve Hasil Bisnis Online Amblas My ComLuv Profile

  11. rismaka says:

    Sayang ya, sponsornya rokok djisamsoe. Coba sponsornya kwik kian gie, bakal makmur tuh klub. :lol:
    rismaka´s last blog ..Optimasi JavaScript (1) : Pendahuluan My ComLuv Profile

  12. mas stein says:

    lha acara ngambek begini kan sudah tradisi om, wong kemaren gara-gara DPT saja konon katanya ada capres yang siap-siap ngambek juga. jadi dari sisi yang lain kita harus bangga karena persipura sudah menjunjung tinggi tradisi. huahahaha. ngomong-ngomong blognya ganti baju ya
    mas stein´s last blog ..Abis Nyontreng My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      iya juga ya … hahaha … bisa aja mas Stein ini …
      tetapi cara tersebut lebih bersifat merugikan … jadi harus dikurangi … :)

Disarankan untuk tidak nge-junk iklan, refferal afiliasi, dan sejenisnya tanpa seizin admin. Isilah nama, email dan alamat website dengan sebenar-benarnya. Baca disclaimer.

Leave a Reply


CommentLuv Enabled

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.