My Big Mouth and Stupid Thougths

Golput itu Universal

Sejak kita bersekolah, kita telah diberitahu bahwa warna adalah persepsi dari spektrum panjang gelombang cahaya yang ditangkap oleh mata manusia. Warna yang berbeda-beda ditentukan oleh panjang gelombang yang berbeda-beda pula.

Dalam sebuah percobaan dengan baling-baling kertas berwarna, dapat diketahui bahwa pencampuran warna-warna utama akan menghasilkan warna tunggal yaitu putih. Putih, sama halnya dengan hitam, secara ilmiah bukanlah warna tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk pigmen.

Dalam kehidupan kita sehari-hari sangatlah dikenal banyak filosofi dan pengertian mengenai warna-warna ini. Di masing-masing wilayah dan budaya mungkin memiliki pengertian yang berbeda-beda. Makna putih atau hitam untuk satu wilayah dapat berbeda pula di wilayah lainnya. Tetapi secara umum kalau diperhatikan makna keduanya (putih dan hitam) sangat mirip dan berdekatan, bahkan saling terkait. Di beberapa kebudayaan, putih merupakan perlambang kesucian dan hidup, sedangkan di belahan wilayah lainnya dapat berarti kepasrahan dan kematian. Begitupun dengan hitam, di satu wilayah hitam berarti kosong dan asal muasal, dan di wilayah lainnya bermakna kemewahan dan kemajuan.

Walaupun di banyak tempat dan budaya warna-warna memiliki tempat khusus dan maknanya masing-masing, tetapi ada beberapa dalam penerapannya ternyata tidak memiliki padanan. Sebagai contohnya adalah dalam budaya politik. Dalam hampir setiap pemilihan umum, kita mengenal adanya istilah Golongan Putih atau disingkat Golput yang melambangkan warga atau masyarakat yang tidak ikut pemilu. Golongan Merah, Biru, Hijau dan Kuning juga dipakai untuk menggambarkan kelompok dan golongan masing-masing. Tetapi tetap saja setiap kali diadakan pemilu Golongan Putihlah yang lebih terkenal. Mereka yang berada dalam lingkaran putih ini juga beragam asal warnanya, seperti halnya dengan baling-baling kertas berwarna tadi. Bagaimana dengan hitam? Apakah dalam kehidupan berpolitik juga ada disebut Golongan Hitam? Rasanya belum terdengar. Tetapi kalau dalam dunia persilatan memang ada disebut golongan hitam, yaitu para penjahat, pembunuh, pemerkosa, pencoleng, perampok dan semua pekerjaan hina dina lainnya.

Liked this page?
Subscribe to the RSS feed or to daily or weekly email updates, right now!
Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Facebook
  • Ping.fm
  • LinkedIn
  • FriendFeed
  • PDF
  • Twitter

35 Responses to “Golput itu Universal”

  1. Pradna says:

    sepakat, karena golput juga pilihan…

    brati sudah berikhtiar untuk memilih golput, dan mempertahankan pilihan itu tidak mudah :)
    Pradna´s last blog ..Sedikit catatan Ubuntu 9.04 dan OpenSuse 11.1 My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      golput itu kalau dilihat dari sisi pewarnaan ternyata bagus juga ya … hehehe
      tetapi saya tidak tahu pengaruhnya dalam hal demokrasi berbangsa dan bernegara … tetapi saya harus memahami bahwa setiap orang tentu memiliki pilihan dan dasar pemikiran masing-masing …
      yang terpenting bukan golput atau tidaknya, tetapi dengan cara apapun kita harus tetap membangun kembali bangsa ini menjadi tempat idaman semua lapisan masyarakat … :)

  2. cebong ipiet says:

    dalam konteks pemilu saat ini, golput? pindah kewarganegaraan aja sono
    :D

    ibaratnya masuk supermarket dan kita membutuhkan barang yg sangat penting. ada beberapa pilihan anggaplah merk yang bisa kita pilih. Tentunya sebagai pemilih yg cerdas adalah pemilih yg sudah mengetahui apa keinginannya, mencari tahu informasi barang yg diperlukannya. Ternyata apa yg dicarinya tidak sesuai kriterianya. Tapi bagaimanapun barang itu harus dimiliki. Jadi, memilih apa yg ada yg paling baik dari yg terburuk? Atau tidak jadi memilih menunggu sampai jamuran sampai ada barang yang 100% sempurna? Tidak jadi memilih tapi justru membiarkan orang lain memilihkan untuk dirinya dengan begitu kalau salah pilih dia bisa menyalahkan orang yg memilih? Toh jobdesk nya hanya memilih, bukan menyediakan atau bahkan menjadi barang yg harus dipilih.

    Begitu juga dg saat ini, ada 3 pilihan presiden. Banyak yg meragukan siapapun presidennya negara tidak akan berubah lebih baik. Tapi kenapa tidak berpikir sebaliknya, negara tanpa presiden apa akan jadi lebih baik atau justru malah anarki di mana mana.

    Baca track recordnya, lihat kebijakan yg diambilnya. Mengharapkan calon presiden yg notabene juga manusia Indonesia 100% sempurna? Berkacalah pada diri sendiri, bahkan kita pun belum tentu mempunyai kapasitas menjadi pemimpin. Jangankan kapasitas, nyali aja belum tentu punya. Jika ditanya balik, maunya siapa?

    Duh lupa mau komen apa lagi yak? :D

    • no_mercy says:

      wah kalau mesti pindah kewarganegaraan jadi termasuk Gus Dur juga neh … hahahaha … :lol:

      saya tertarik dengan kata-kata bijak salah satu seniman, “5 Menit untuk 5 Tahun” … berarti memang sebuah pilihan yang sangat sulit … sebuah pilihan yang dapat menentukan arah bangsa untuk lima tahun ke depan … dan ini bukan asal pilih …

      yang sungguh menjadi dilema adalah apakah pilihan yang ada sudah merupakan yang terbaik yang dapat terjadi? … hmmm … sepertinya kembali kepada persepsi dan pemikiran masing-masing ya … :) … yang penting siapapun yang terpilih akan dapat memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsanya … yang tidak terpilih juga harus memposisikan dirinya sebagai katalisator penghubung dan juga sebagai partner kerja yang saling menumbuhkan kinerja yang lebih baik …

      semoga bangsa ini dapat kembali jaya …

      • cebong ipiet says:

        absen ada tiga
        1. absen krn ga diundang
        2. absen krn berhalangan
        3. absen krn malas

        seperti halnya golput
        1.golput krn ga terdaftar
        2.golput krn memang ada alasan kuat, ya mungkin setelah berfikir panjang, dan yakin tidak ada pemimpin yg layak di pilih
        3.golput krn tidak peduli

        cuma ngebayangin aja, ketika ada rapat pemilihan ketua kelas, trus ada murid yang sudah berencana tidak datang :D

        hak nya tho datang atau nggak :P hehehehe
        kalau ada teman yg seperti itu, anda menyebutnya baik hati karena tidak ngotot menuntut haknya atau justru tidak peduli?

        eh tapi peduli atau ndak peduli hak nya juga ya :D xixixixix (jadi alibi deh lama lama)

        ya begitulah, hak yg tidak dirasakan langsung efeknya tidak perlu diperjuangkan :P (coba deh kalo hak gaji, hak bayaran review yakin sampe ngotot2an ixiixixix)

        hak kok ngrepoti, kata tetangga saya

        jika memilih menjadi hak
        maka bagi yang tidak mengambil hak nya
        masih berhak untuk protes ndak ya? :D

        *balik ngambil award td lupa :P , hak ku kan award nya? :D
        cebong ipiet´s last blog ..Quick and Easy Solution for Student Loans My ComLuv Profile

        • no_mercy says:

          ada benarnya juga mba’ … bagi siapa yang tidak mengambil haknya tentu mereka tidak dapat protes … tetapi ini untuk yang tidak memilih dikarenakan mereka tidak peduli … kalau mereka sendiri tidak peduli dengan adanya kegiatan tersebut, buat apa mereka melakukan protes …

          tetapi dari sisi yang tidak memilih dikarenakan mereka menganggap ada yang salah dari sistem atau terabaikannya beberapa aturan main kan ada benarnya juga … mereka punya hak untuk protes, dalam hal ini protes dilakukan dalam bentuk tidak turut memilih … mereka mungkin ingin diberlakukan pembenahan terlebih dahulu pada sistem dan tata caranya …

          ah kalau bicara soal ini saya jadi pusing … hahaha … :D
          kok ya jadi ngebahas soal politik sih …
          duh … ini artikel jadi berantakan gara-gara saya blank semalam … wakakakkkk … semua jadi ikut-ikutan neh …

          btw, soal golputnya politik itu urusan masing-masinglah … mau golput silahkan, tetapi jangan protes dengan yang terpilih nanti … kalau mau benar-benar negara ini maju, marilah kita membangun dan bangkit dari diri masing-masing … lakukan apa saja buat negara ini yang dapat bermanfaat … jangan hanya bisa memprotes tanpa solusi … *gitu ya mba’? :) *

          • rismaka says:

            Setuju. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum tsb merubah keadaan diri2 mereka sendiri.

            Intinya adalah dengan mengubah diri2 dulu. Jika kita baik, maka Allah pun akan memberikan kita pemimpin yang baik pula. Jika kita buruk, bagaimanapun kita ikut pemilu, kampanye, demo, protes, tetap saja Allah akan memilihkan pemimpin yang buruk untuk kita.

            Kesimpulannya: Pemimpin adalah hadiah dari Allah. Barangsiapa yang dapat mengubah diri mereka menjadi yg terbaik dalam hubungannya antara Manusia-Allah dan manusia-manusia, maka Allah Ta’ala pun akan memberikan kita seorang pemimpin yang dapat mengayomi rakyatnya menuju kehidupan yg lebih baik dunia wal akhirat. Wallahu a’lam.
            rismaka´s last blog ..Optimasi JavaScript (1) : Pendahuluan My ComLuv Profile

          • no_mercy says:

            secara ilmiah mungkin begini mas:
            setiap orang mempunyai pancaran keinginan dari otak dan hatinya … yang kemudian berkolaborasi dan saling mempengaruhi dengan pancaran dari orang lain … hasilnya berupa keinginan yang semakin menggumpal sehingga menjadi yang terkuat dan terbanyak … maka jadilah apa yang terpancar tersebut menjadi sebuah kenyataan …
            bisa saja yang terkuat dan terbanyak tadi adalah niat dan pikiran yang baik-baik … tetapi bisa juga sebaliknya …

            *halahhh ini ngomongin apa toh* :D

  3. ganda says:

    Tapi lebih baik memilih saya rasa di bandingkan golput. Memilih yang terbaik untuk kita semua. Mudah2an siapapun calon yang terpilih kelak(maksud saya presiden), dapat menyelamatkan hutan indonesia. Jadi jangan cuma rakyat-rakyat saja alasannya dulu. Menurut saya walau rakyatnya makmur, namun hutan kita sudah hilang, saya yakin tak lama lagi juga populasi manusia juga bakal punah. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi.. hehehehehehe…

    • no_mercy says:

      banyak sekali masalah bangsa yang harus dipikirkan dan dituntaskan, kalau disebut satu per satu rasanya biar nambah satu blog lagi gak cukup :) … kita juga tidak mungkin tergantung pada satu dua orang saja … pemimpin itu untuk mengayomi, memberi semangat, pendorong, dan memberikan contoh terbaik … dan semua hal yang akan dilakukan akhirnya harusnya kembali kepada masyarakatnya masing-masing … *sok bijak saya neh :D *

  4. ganda says:

    anyway, koq saya mendapatkan error 405 pas ngasih komen ya bang?

  5. rismaka says:

    Wah, surprise melihat theme-nya. Ada apa ini mas? Lagi puber kedua kah? kok ganti theme? *gak nyambung :D

    Hmm.. pembahasan tentang golput ya… agak2 sensi juga kalau ngomongin masalah ini, karena masing2 mempunyai prinsip yang berbeda, dan tidak setiap orang mampu untuk menanggapi perbedaan tersebut dengan bijak. Jadi saya memilih “no comment aja” deh :D

    Tapi yang jelas, disebutkan bahwa memilih adalah hak setiap WNI. Ada orang yang mengambil haknya, dan ada pula orang yang tidak mengambil haknya. Lantas kenapa orang yg mengambil haknya marah sama orang yang tidak mengambil hak tersebut? Beda halnya jika memilih adalah kewajiban. Maka pantaslah sekiranya org yg memilih marah terhadap org yg ga milih.
    */duh kok malah ngelantur…/*

    • no_mercy says:

      pertama, tema kali ini karena saya lebih ingin personal saja … ini juga belum selesai … soal puber … mmmmm … mungkinkah? hahahaha :lol:

      kedua, … sssttttt … ini sebenarnya saya bingung sendiri … hahaha … saya sebenarnya ingin ngebahas tentang pemakaian warna dan pengaruh psikologinya … tetapi gak tahu mengapa semalem itu tiba-tiba ngehang semua … blank … jadi tulisannya pada ngelantur … hahaha … malah bicara soal golput politik … padahal awalnya mau nyinggung soal warna blog ini, terus mengapa kebanyakan orang lebih memilih warna putih sebagai latar dari tulisan … duh … saya juga gak ngerti …

      ketiga, mengenai hak untuk memilih … bukankah mereka yang golput juga termasuk memilih? pilihannya kan jelas … golput … :D

  6. rismaka says:

    Navigasinya kok kurang mas? Mana recent post-nya? *protes mode ON
    rismaka´s last blog ..Stop Dreaming Start Action My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      hehehe … iya … saya hapus … :D … tadinya saya coba hanya munculkan di halaman depan saja … nah kan sekarang jadi ketahuan kalau memang recent post ternyata sangat dibutuhkan … benar-benar usable … oke, nanti malam kalau sempat saya tambahkan kembali … :)

  7. omagus says:

    sebenarnya saya nggak begitu suka golput..
    tapi kemaren datanya ilang di DPT
    omagus´s last blog ..Dapet award… My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      loh kok bisa hilang mas? … dah ketemu belum? kan dah dekat nih hari pemilihan …

      saya pernah nulis artikel mengenai fungsi pendataan warga melalui sensus kependudukan seperti di jaman orba melalui BKKBN … jadi dahulu data setiap warga sudah terpusat dan tidak saling numpuk … sewajarnya kalau sesuatu hal yang baik itu kita contoh … kenapa sekarang sepertinya sistem pendataan penduduk amburadul dan berkesan selalu dadakan …

    • rismaka says:

      Punya saya masih ada tuh databasenya. Soalnya saya backup terus pake plugin Database backup :lol:
      rismaka´s last blog ..Optimasi JavaScript (1) : Pendahuluan My ComLuv Profile

      • no_mercy says:

        kata salah satu capres bahwa IT tidak akan menjadi solusi apabila dari sisi sdmnya memang tidak terlatih dan tidak memiliki kemampuan untuk menjalankannya …

        jadi dalam penerapan pencatatan DPT seharusnya lebih memakai stardard, accesibility dan semantic … jangan pakai usability, berbahaya … :D

        database backup memang sangat perlu, tetapi harus tahu juga cara restore-nya … hahaha :D

  8. achoey says:

    ehm,tapi kadang golput juga bisa jadi golongan partai yang beatribut warna putih hehehe.

    golongan hitam dalam politik mungkin juga ada. ya yang menghalalkan segala cara demi sebuah kemenangan misalkan. tapi semoga di Indonesia ga ada. :)
    achoey´s last blog ..Ketika Cinta Bersabar My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      semoga ke depannya nanti semakin lebih baik … mulai dari tata cara, sistem, budaya atau hal-hal lain mengenai perpolitikan … sehingga nantinya tidak ada lagi yang golput ataupun golhit (gak enak bener nyingkatnya) … semua turut membangun …

  9. mas stein says:

    mau komen sebenarnya mas, tapi nantinya malah repot pertanggungjawabannya, soale saya ternyata ndak kedaptar di DPT. mau ngurus juga kemaren ndak sempet-sempet, maklum mburuhnya di pabrik luar kota. intinya menurut saya golput itu golongan apatis, mungkin karena saking pesimisnya atau karena pengalaman tertentu akibatnya dia ndak percaya lagi sama sistem, lha ini repot mas, soale tanpa sistem negara ndak akan jalan. secara ndak langsung dia ndak percaya sama negara, kecenderungannya anarki tho wong ndak percaya sama negara. *oi oi, katanya ndak mau komentar??*
    mas stein´s last blog ..Happy Anniversary My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      wah menarik sekali nih …

      pertama, apakah warga yang dikarenakan tidak terdaftar sehingga tidak dapat melakukan hak pilihnya dapat disebut golput? saya rasa kebanyakan orang akan bilang tidak … tetapi secara statistik siapa pun yang tidak memilih, baik disengaja ataupun tidak disengaja, tetap disebut golput …

      kedua, banyak sekali terjadi kasus tidak dapat memilih dikarenakan perbedaan wilayah, baik dikarenakan pekerjaan ataupun pindahan …

      ketiga, kebanyakan orang selalu memandang sistem yang salah … apakah sistem adalah sesuatu yang hidup? dapat bergerak dan berpikir? … tentunya tidak toh … yang menciptakan, menjalankan dan menggerakkan sistem adalah orangnya … jadi pada dasarnya yang melakukan protes itu bukanlah kepada sistem, namun kepada orang-orang pelakunya … jadi berlaku sifat profesionalitas, tanggung jawab dan kredibilitas …

      jadi menurut saya, persepsi golput itu harus diluruskan … yang mana dan apa kriteria golput sebenarnya … contohnya mas Stein, seandainya sampai hari pemilihan tidak dapat mengambil hak dan menjalankan kewajibannya sebagai warga negara hanya dikarenakan namanya tidak terdaftar, maka apakah mas Stein rela disebut sebagai golput? … yang kita lihat bukan sistem yang salah, tetapi pelaksanaan sistemnya yang kurang tepat … karena itu wajar saja sebagian warga menginginkan pembenahan dari tata cara pelaksanaan tersebut … bukan perubahan sistem …

      yah kok malah dipanjangin … hehehe :D

  10. rismaka says:

    Saya lebih cenderung kepada yg mas stein ungkapkan, bahwasanya golput itu berangkat dari sikap apatis atau mungkin juga pesimis. Titik…

    Saya pribadi tidaklah golput, tapi berlepas diri dari sistem pemilu (demokrasi) yang ada di indonesia. mengenai alasannya, saya sudah pernah mempostingnya di blog saya, dg kata kunci “bukan golput, tapi berlepas diri”.

    Tapi itu alasan saya. Dan saya punya keyakinan tersendiri atas apa2 yg saya pilih (yaitu berlepas diri). Dan saya rasa hal tsb bukanlah sikap yg apatis, namun di balik itu terkandung sikap memegang prinsip/keyakinan yg saya anut.

    Wallahu a’lam
    rismaka´s last blog ..Optimasi JavaScript (1) : Pendahuluan My ComLuv Profile

    • no_mercy says:

      seseorang punya hak untuk memiliki prinsip dan keyakinannya sendiri … bahkan itu adalah hak universal … terlepas dari politisasi, maka hal tersebut merupakan ragam yang tentunya juga dapat menumbuhkan keinginan untuk maju dan kemajuan itu sendiri …

Disarankan untuk tidak nge-junk iklan, refferal afiliasi, dan sejenisnya tanpa seizin admin. Isilah nama, email dan alamat website dengan sebenar-benarnya. Baca disclaimer.

Leave a Reply


CommentLuv Enabled

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.