Memilih pemimpin tidaklah seperti memilih barang belian atau makanan di warung makan. Tidak dapat hanya mengandalkan kharisma dan banyaknya massa pendukung. Pemilih sekarang berbeda dengan pemilih tahun-tahun lalu. Sekarang masyarakat kita sudah semakin sadar apa yang harus mereka perbuat, terlebih untuk memilih pemimpin mereka. Apa boleh buat, hal ini sudah mulai berjalan dan menjadikan pilkada di berbagai daerah di Indonesia memberikan hasil yang mengejutkan kita semua. Semoga pilihan-pilihan ini dapat membawa masing-masing daerah menuju kemajuan dan keberhasilan yang gemilang yang pada akhirnya akan menjadikan negeri Indonesia ini bangkit kembali. Jadilah Indonesiaku yang Jaya!
Hasil akhir dari pilkada-pilkada ini tentunya memang tidak dapat memuaskan semua pihak. Kenapa dibilang tidak dapat memuaskan semua pihak? Karena masih ada sebagian dari calon-calon pemimpin dan massa pendukung serta pemilihnya yang belum sepenuhnya lepas dan ikhlas dengan suatu kekalahan. Padahal kalah dalam demokrasi adalah satu hal yang wajar dan patut disikapi dengan kedewasaan bersikap. Kalau kita lihat dan baca di berbagai media baik cetak maupun elektronik masih banyak terjadi hal-hal yang memalukan untuk kita sebagai bangsa yang besar, yang dikenal sebagai bangsa yang santun, cinta damai, hidup penuh dengan tenggang rasa. Apakah semua ini sudah ditinggalkan dan dilupakan oleh sebagian dari kita? Marilah kita menyikapi hasil pilkada dengan akal sehat dan hati yang damai.
Hasrat untuk memimpin harus berlandaskan kerakyatan, kenegaraan, kewaspadaan, dan keikhlasan. Yang akan memimpin harus benar-benar memiliki visi dan misi untuk membela kepentingan rakyatnya, bukan golongannya, apalagi kepentingan pribadinya sendiri. Masya’Allah. Rakyat dan tanah ini bukan barang dagangan. Bukan pula bahan ekploitasi untuk kepentingan golongan dan pribadi. Berpikir dan lihat isi hati kita, apakah kita tidak takut azab yang sedang berlangsung ini semakin menenggelamkan kita semua dalam lumpur kenistaan. Bersyukur dan mohon ampunlah kepada Zat Yang Maha Kuasa. Tiada pertolongan yang diridhoi selain daripada-Nya.
Satu per satu pilkada telah menyelesaikan misinya memilih siapa pemimpin yang berhak dan wajib membawa masyarakat ini bangkit. Tidak perlu kita harus merasa pesimis, takut, atau bahkan menghujat dan mencaci maki yang terpilih. Marilah kita semua bersatu padu saling bantu membantu sat sama lain. Bergotong-royonglah. Siapapun yang terpilih marilah kita bantu untuk menyelesaikan yang tertunda dan memberi kesempatan kepadanya untuk memimpin kita semua mencapai kesejahteraan yang kita idam-idamkan. Nasehati dan tegurlah pemimpin yang terlena dan lupa kepada visi dan misinya. Bersikaplah dengan damai. Tunjukkan kesalahannya tanpa harus menghujat dan mencaci maki. Tunjukkan kebenaran dengan cara yang agung dan ikhlas tanpa harus membuang atau menutupi kesalahan tersebut.
Saat ini adalah bulan Ramadhan. Penuhi hati dan qolbu kita dengan Asma Allah. Kehidupan bukanlah masa lalu, masa sekarang atau masa depan. Kehidupan adalah bagaimana kita bersikap dan mengambil langkah dalam proses menuju kebahagiaan bersama. Hiduplah kita di negeri yang penuh kedamaian. Yang di dalamnya orang-orang saling bertegur sapa dengan hati damai. Yang di dalamnya kita merasa nyaman dan menatap dapat meraih masa depan dengan kebersamaan.
Ya Allah, Tuhan sekalian makhluk… kami bersyujud syukur atas rahmat dan karunia-Mu ini. Mohon ampun atas semua kesalahan yang kami perbuat. Berilah kami petunjuk-petunjuk yang diridhoi oleh-Mu… Amin.